Tuesday, November 18, 2014

Gunakanlah Akalmu, Selagi Kau Masih Bisa Berfikir

+  Apa yang membuat malaikat mau bersujud kepada Adam?
- Karena manusia memiliki akal untuk berfikir sehingga memiliki ilmu pengetahuan.

Allah swt dalam firman-Nya, akan meninggikan derajat manusia diatas derajat malaikat ketika ia beriman dan bertaqwa dengan akalnya, dan akan merendahkan derajat manusia serendah-rendahnya bahkan lebih rendah dari derajat binatang saat manusia tidak mengendalikan nafsu dengan akalnya.

Jadi pantaslah orang-orang yang tidak menggunakan akalnya itu disamakan dengan binatang bahkan lebih rendah dari itu. Mengedepankan nafsu atau keegoisannya sehingga lalai bahwa ia memiliki akal. Mengakibatkan orang lain merasa ikut dirugikan. Seperti hewan yang suka buang kotoran sembarangan, tidak menghiraukan apakah kotorannya itu mengganggu atau tidak, yang penting nafsu buang hajatnya terpenuhi. Mungkin lebih rendah dari itu, karena masih ada sebagian binatang yang tidak membuang kotorannya dengan sembarangan.

Lantas apakah yang dimaksud dengan akal itu sendiri? Akal bukanlah otak. Otak adalah organ dimana binatang pun memilikinya. Sementara akal adalah kemampuan berfikir, sedangkan otak adalah komponen untuk berfikir. Jika disebut ada akal sehat, pastilah ada akal sakit. Akal sakit bukan berarti akal yang dimiliki oleh orang yang sedang sakit. Bahkan orang sakitpun masih mampu berfikir bagaimana usaha agar penyakit itu tidak bertambah parah. Karena ia masih mampu berfikir agar tidak terus-terusanan merepotkan orang disekitarnya. Lalu seperti apa yang dimaksud dengan akal yang sakit? Menurut hemat saya, orang yang akalnya sakit adalah mereka yang tidak mau berfikir atau malas berfikir, hanya mementingkan nafsu dan keegoisannya, sehingga akalnya tidak terlatih untuk berfikir. Seperti halnya tubuh yang malas berlatih dan berolahraga, maka daya imunnya akan lemah atau mudah sakit. Perumpamaan sebuah pisau, jika tidak diasah akan tumpul dan berkarat, tidak bisa lagi digunakan bahkan karatnya berbahaya.

Banyak yang mendefinisikan orang yang tidak berakal sehat adalah orang gila. Orang gila tidak sama dengan orang yang terbelakang mentalnya. Orang gila dulunya adalah orang normal. Hanya karena lemahnya iman mereka, sehingga mereka tidak mampu menerima keadaan dirinya. Jika kita telaah lebih jauh lagi sekitar kita, banyak masalah yang timbul dikarenakan manusia-manusia yang tidak mau atau malas berfikir cerdas. Apakah yang membedakan sekedar berfikir dengan berfikir cerdas? Menurut hemat saya, orang yang sekedar berfikir hanya berfikir untuk dirinya, sekedar apa yang dilakukannya baik untuk dirinya dan tidak merugikan orang lain. Sementara berfikir cerdas adalah mereka yang mau berfikir untuk orang lain. Apa yang ia lakukan akan berdampak baik untuk dirinya maupun orang lain, manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain. Seperti dalam salah satu ayat-nya "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain"


Kita manusia yang masih mampu berfikir, gunakanlah akalmu untuk kemaslahatan bersama. Fikirkanlah setiap langkah yang akan kau tapaki, jangan sampai kaki ini menginjak duri. Hidup yang kita jalani adalah keputusan yang kita ambil.

Saturday, November 15, 2014

It's Time to Move On

Only a stupid person who stay let herself in buried and do nothing to get up from it.

Saat manusia dipenuhi rasa kecewa, merasa kesepian, kehilangan tempat bergantung,  disaat itulah ia akan jatuh dalam depresi. Rasanya seakan tidak ada lagi kebahagiaan dalam hidupnya. Saat itulah seperti ada makhluk lain yang mengendalikan pikiran ini. Otak tak mampu berpikir jernih dan positif. Disaat itu yang ada hanyalah kebencian. Kebencian terhadap semua yang berhubungan dengan keadaan saat itu, bahkan timbul kebencian terhadap diri sendiri, karena diri ini tak mampu melakukan apapun untuk mengatasi keadaan. Yang dapat dilakukan hanyalah menangis tanpa sebab atau mungkin  bisa lebih dari itu. Jika orang itu benar-benar bodoh ia  akan mencari kesenangan sementara yang biasanya ke arah hal-hal negatif, yang penting masalah terlupakan. Manusia yang sedang depresi, selalu ingin lari dari masalah. Sehingga muncul pertanyaan. Untuk apa hidup ini? Atau mungkin pernyatan-pernyataan lain yang intinya mengungkapkan kemuakan terhadap hidup ini. Bahkan karena depresi banyak orang yang mengakhiri hidupnya.

Bagiku membiarkan diri dalam depresi sama saja menyakiti diri sendiri. Manusia memang tidak sempurna. Selalu tamak. Mungkin itulah yang membuat manusia jatuh dalam depresi. Karena yang selalu dilihat adalah mereka yang hidup dalam bahagia dan berkecukupan. Kini saatnya mengalihkan pandangan. Lihatlah mereka yang terbaring lemah tak berdaya, tipis harapan untuk hidup. Harusnya kita sadar ada satu hal berharga dalam diri kita yang tidak lagi mereka miliki.  Yaitu masa depan.

Mungkin tamak tidak selalu bermakna buruk. Dalam meraih impian kita juga perlu ketamakan untuk terus berprestasi. Tapi saat itu juga kita harus siap bahwa suatu saat kita akan jatuh. Saat itu tiba, jangan biarkan diri kita jatuh dalam depresi dan keterpurukan. 

Tidakkah mereka merasa sangat-sangat bodoh telah membiarkan diri mereka dalam keterpurukan tanpa menghiraukan bahwa mereka masih punya masa depan. Bukankah dengan kita memiliki masa depan, kita dapat merubah kehidupan yang belum sesuai dengan keinginan kita. Jika tidak ada lagi tempat untuk bergantung, bukankah masih ada tempat tertinggi untuk bergantung? Masih ada Tuhan, masih ada Allah SWT yang selalu melihat kita. Percayalah Allah SWT mencintai orang-orang yang selalu berusaha dan pantang menyerah atas ujian yang diberikan-Nya.

As long as we have our healthy, we still have our chance to make our future.
Let’s move on everytime we fall down.

I Write Not For The Praise

I write not for the praise
I write cause I really want to write
I write cause I love to write
Cause I have something to tell
Cause I have something to share

I write not for the praise
cause when I write for the competition
I'll trap on the deadline
the way I think will block by the time
my intuition is for to get the price
I'll lost the sense of writing
I'll lost the meaning of what I write
I'll lost the freedom of writing

I write not for the praise
when people read my writings
I hope they're not only like it
I hope they're not only read it
but also knows what's the content
also knows the meaning of this
I hope they'll put it in their heart
I hope it will absorb in their mind

I write not for the praise
cause what I find in nowadays
some people who already has a name
their writings will accept easily by public
without knowing the meaning of it
without wanting to apply it

What is the meaning of the praise?
become populer?
many people who like it?
what for if the writings is just writings
if the reader doesn't know the meaning
if they can't put in their heart
I think they will forget it soon