Tuesday, May 2, 2017

Triangular Love

Menurut Robert Sternberg, seorang psikolog dan peneliti yang mendalami kecerdasan (IQ), hubungan interpersonal memiliki tiga komponen yaitu: intimacy, passion dan commitment.
Intimacy mengacu pada kehangatan, kedekatan dan hal berbagi dalam suatu hubungan.
Passion mencakup dorongan-dorongan, termasuk daya tarik seksual.
Commitment adalah keinginan serta kesungguhan untuk memelihara hubungan meskipun penuh kesulitan dan pengorbanan.
Dari ketiga komponen tersebut, hubungan cinta dapat dibedakan sebagai berikut:
  1. Non love (tanpa cinta). Hubungan yang sama sekali tanpa dilandasi cinta. Terjadi sebagian pada hubungan interaksi manusia saat bertemu di sekolah, kampus, kantor atau jalan raya.
  2. Liking/friendship (persahabatan). Tidak ada rasa lebih yang muncul selain untuk berbagi kehangatan, kedekatan, perasaan terikat satu sama lain (intimacy), tanpa ada keinginan untuk melakukan hal-hal yang lebih intim atau memunculkan komitmen.
  3. Infatuated love (cinta tergila-gila). Cinta yang didasari pada hasrat, gairah yang menyala-nyala (terutama akibat ketertarikan secara fisik dan seksual/ passion). Tanpa membangun intimacy dan commitment, cinta ini akan cepat padam, bahkan lenyap begitu saja.
  4. Empty love (cinta hampa). Karakter komitmen tanpa sentuhan intimacy dan passion sama sekali. Hanya tanggung jawab yang muncul, tanpa adanya keinginan untuk berbagi dan terikat secara dalam hingga kehati, apalagi adanya hasrat dan gairah.
  5. Romantic love (cinta romantis). Kombinasi intimacy dan passion. Pasangan terikat secara emosional dan fisik, berbagi kehangatan, memiliki gairah tetapi keduanya tidak memiliki komitmen lebih.
  6. Companionate love (cinta sejawat). Lebih erat dari sekedar pertemanan atau persahabatan. Keduanya terikat oleh komitmen jangka panjang. Biasa terjadi pada pernikahan yang telah berlangsung lama, tak lagi muncul passion, tetapi keduanya diikat oleh rasa kasih sayang yang dalam (deep affection) dan keinginan untuk mempertahankan ikatan beserta segala rintangan yang menghadang. Juga muncul pada teman-teman terdekat, lebih dari sekedar persahabatan biasa, tetapi sama sekali tak merasakan arousal atau gairah seksual dalam hubungan mereka. Masing-masing ingin lebih terikat, berbagi, dan memiliki komitmen untuk menanggung kesulitan dan rela berkorban untuk membantu satu sama lain.
  7. Fatuous love (cinta buta). Hubungan yang dilandaskan pada passion dan commitment. Hasrat yang menggebu, gairah yang menyala, keinginan sehidup semati tanpa mengiringi hubungan dengan sesuatu yang lebih intim – keinginan untuk saling berbagi, saling menghangatkan, atau terikat oleh visi dan misi yang mendasari sebuah pernikahan.
  8. Consummate love (cinta sempurna). Hubungan cinta perfect couple (pasangan sempurna). Pasangan ini tak dapat membayangkan akan dapat hidup bahagia bersama orang lain. Meraka tetap bahagia meski menikah bertahun-tahun, berhasil mengatasi berbagai kendala dengan baik, masing-masing saling membahagiakan pasangan. Pernikahan mereka tetap memiliki hasrat dan gairah.

Without expression and action, even the greatest of loves can die (Robert Sternberg)

 Kutipan buku “Kitab Cinta & Patah Hati” by Sinta Yudisia

No comments:

Post a Comment