Sunday, December 18, 2016

Perempuan Mandiri

Terlahir sebagai seorang perempuan, keberadaanya di luar rumah menjadi serba salah, terlebih lagi dalam keadaan seorang diri. Dalam Islam dijelaskan bahwa seorang perempuan memiliki keistimewaan yaitu memiliki seorang penjaga. Dikala sebelum menikah ayahlah penjaganya dan setelah menikah suaminya adalah penjaganya. Tidak disangkal ketika seorang perempuan keluar rumah seorang diri, dikhawatirkan tentang keselamatannya baik secara rohani maupun jasmaninya.

Sebuah pengalaman pribadi, ketika seorang perempuan berjalan seorang diri di luar, maka bukan tidak mungkin dia akan menjadi ‘mangsa’ para lelaki diluar sana. Dalam ilmu psikologi yang pernah saya dengar, seorang lelaki yang berhasil menggoda seorang perempuan di jalan, dia akan merasakan ‘kenikmatan’ tersendiri. Banyak kutipan yang pernah saya baca, bahwa kenakalan para lelaki itu dipicu oleh penampilan dari si perempuan. Saya bisa memakumi jika seorang perempuan di jalan dengan pakaian terbuka mendapatkan sebuah siulan. Hanya saja yang tidak habis saya fikir, sebagai seorang perempuan muslim yang keluar rumah seorang diri dengan pakaian yang cukup sopan, tertutup bahkan tidak mencolok, tetap saja mendapatkan gangguan. Hanya saja gangguan mereka ubah lebih halus, yaitu dengan memberi salam. Saya pun sangsi, masihkah ada kewajiban bagi saya menjawab salam mereka, ketika apa yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan makna do’a yang terkandung didalamnya. Terkadang karena kesalnya, saya sangat ingin menghampiri para lelaki itu, dan menanyakan bagaimana jika hal seperti itu terjadi kepada anak perempuan mereka, saudara perempuan mereka, istri mereka atau ibu mereka. Ingatlah, terkadang perbuatan buruk kalian dapat berdampak kepada orang-orang terdekat kalian sebagai sebuah karma.

Sangat riskan memang seorang perempuan yang keluar rumah seorang diri. Akan tetapi saya kurang setuju jika peran penjaga seorang ayah (bagi yang belum menikah) mereka gantikan dengan seorang lawan jenis yang belum halal. Cintailah ayah kalian para perempuan, dengan menjadikan teman perempuan sebagai pengganti sementara perannya. Oleh karena itu, hanya sebuah himbuan kepada para perempuan mandiri yang masih memegang teguh perintah-Nya, jika memang kalian terpaksa karena hal mendesak harus keluar seorang diri, keluarlah di waktu yang tepat dan lewatlah tempat-tempat yang aman. Kenali betul waktu dan tempatnya.

Saya sebagai salah satu seorang perempuan mandiri, pasti terlintas pertanyaan kenapa saya masih sering keluar seorang diri di luar rumah, tidakkan ada teman yang bisa menemani. Hanya saja saya mempunyai prinsip bahwa saya tidak ingin cengeng, tidak ingin mudah bergantung atau merepotkan orang lain. Saya sadari di luar sana banyak lelaki mata keranjang yang dapat sewaktu-waktu melontarkan gangguan. Tetapi saya juga meyakini bahwa di luar sana juga banyak lelaki yang jumlahnya jauh lebih banyak, yang mempersilahkan jalan itu leluasa dilalui oleh kami. Dan kami pun percaya, walaupun tidak ada seorang penjaga disamping kami, masih ada penjaga sejati yang akan menjamin keselamatan kami. Maka ibu saya tidak pernah lupa mengingatkan saya untuk senantiasa memohon keselamatan kepada yang di atas, dimana pun saya berada.

Teruntuk para perempuan mandiri di luar sana. Jangan mudah menyerah untuk mencapai tujuanmu hanya dikarenakan dirimu tidak memiliki penjaga. Ingatlah bahwa masih ada yang Maha Penjaga.

No comments:

Post a Comment