Wednesday, August 24, 2016

What's Wrong?

Saat beranjak dewasa, manusia belajar untuk mengambil keputusan atas dirinya sendiri. Sebenarnya dimanakah tolak ukur kedewasaan seseorang? Saat sudah seperti apakah seseorang dikatakan dewasa? Seperti apakah pemikiran orang dewasa itu? Aku sendiri pun masih belum memahaminya.
Apakah prinsip itu? Jika dalam suatu sistem alat, selalu ada prinsip kerjanya. Prinsip kerja berarti alur sistem atau paten bagaimana alat itu bekerja. Bagaimanakah dengan prinsip dalam diri seseorang. Prinsip atau pendirian seseorang terbentuk dengan seiring berjalannya waktu, seiring dengan banyaknya momentum yang terjadi dalam hidupnya. Saat manusia dihadapkan dengan suatu masalah, otak pun merespon dengan sebuah tindakan. Manusia harus bertindak dalam menyikapi setiap masalah untuk mempertahankan harga diri, saat tak ada lagi tempat bergantung, sehingga terbentuklah sebuah pendirian atau prinsip dari dalam diri. Muncullah tekad aku harus begini aku harus begitu, yang pastinya dari keputusan tersebut ada konsekuensinya. Pasti ada timbal balik dari setiap keputusan yang diambil.
Saat manusia telah berani berprinsip, ternyata tidak selamanya prinsip itu dapat diterima oleh yang lain. Disinilah fungsi menghargai dalam bersosialisasi, karena prinsip bukanlah sebuah keputusan yang terbentuk seketika waktu. Ada proses ada alasan bagaimana prinsip tersebut terbentuk dalam diri seseorang. Lalu adakah yang salah saat manusia menyatakan prinsipnya? Lalu haruskah manusia merubah prinsipnya, saat prinsip itu ada yang tidak menerimanya? Mungkin haruslah dirubah, kalo saja dengan prinsip itu ada pihak yang merasa dirugikan. Disinilah peran mental seseorang. Mental dibutuhkan untuk mempertahankan prinsip yang telah melekat dalam diri, saat dunia luar tak menerima keputusan yang diambil. Saat mental seseorang dalam keadaan krusial atau memang mental itu tidak dibentuk sejak kecil, maka seseorang akan dengan mudahnya terombang ambing dalam kebimbangan, tidak teguh dengan prinsip.

Sepanjang hidup manusia memanglah belajar. Konotasi belajar bukan berarti duduk dibangku dan mencoba memahami teori-teori. Ilmu tidak hanya ilmu pelajaran. Belajar yang nyata adalah mencoba memahami segala apa yang ada disekitar kita. Apalah arti memahami segala teori tetapi tidak memahami segala yang berinteraksi dengan kita setiap harinya.


September 2014

No comments:

Post a Comment